Wednesday, 05 August 2020

Sehat dan Segarnya Jamu Bu Era

Salah satu kegiatan yang ditunggu masyarakat Kabupaten Kediri di bulan Ramadhan ini adalah penyelenggaraan Pondok Ramadhan di Pendopo Kabupaten Kediri. Tak hanya menjadi sarana tholabul ‘ilmi melalui materi yang disampaikan ustadz dan ustadzah, kegiatan rutin ini juga menjadi ajang promosi dan pemasaran produk-produk Kabupaten Kediri.

jamu 1

Saat digelar Pondok Ramadhan, di pelataran pendopo tersaji aneka produk, mulai menu masakan, kue kering, olahan ikan, minuman, mukena hingga pakaian anak-anak dan dewasa. Momen ini menjadi ajang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka, terlebih kebutuhan masyarakat cenderung meningkat menjelang datangnya hari raya Idul Fitri.

Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan momen ini adalah Ibu Rina. Warga Desa Gogorante Kecamatan Ngasem ini menjual jamu tradisional berupa beras kencur, kunir asem dan sinom. Memulai usaha sekitar tiga tahun yang lalu, Bu Rina rutin berjualan saat Pondok Ramadhan. Bahkan ia mempunyai pelanggan tetap dari keikutsertaannya di acara tersebut.

“Ini tahun ketiga saya sudah berjualan di acara Pondok Ramadhan, awalnya dulu diajak kakak. Selain acara ini, saya juga membawa produk saat pertemuan pleno PKK dan Dharma Wanita,”ucapnya, (9/5).

Berawal dari hobi mengonsumsi jamu, Bu Rina kemudian mencoba meracik sendiri. Berbagai masukan dari keluarga dan teman-temannya membuatnya menemukan komposisi yang pas sehingga menghasilkan jamu yang enak, segar dan berkhasiat. Ia hanya membuat jamu berdasarkan pesanan. Jika mengikuti pameran atau saat pondok Ramadhan seperti ini, Bu Rina tidak membuat dalam jumlah banyak.

jamu 2

“Jamu buatan saya ini tanpa bahan pengawet, jadi saya tidak berani membuat banyak. Jika di dalam ruangan bisa tahan dua hari, tapi kalau disimpan di lemari es, bisa tahan hingga satu bulan,” terangnya sambil tersenyum.

Menurutnya pembuatan jamuini relatif tanpa kendala. Hanya jika bahan mulai langka, ia sedikit mengurangi produksi. “Dari ketiga jenis jamu ini, kencur yang kadang langka. Pernah harganya mencapai 100 ribu/kg, saya jadi ga berani bikin beras kencur,” ceritanya.

Bu Rina menjual jamu buatannya dengan harga Rp. 7 ribu per kemasan botol 500 ml. Namun untuk beras kencur, harga bisa naik mengikuti kenaikan harga kencur di pasaran. Jadi jika Anda ingin mencicipi segarnya jamu buatan Bu Rina, bisa membelinya saat pelaksanaan Pondok Ramadhan di Pendopo Kabupaten Kediri selama bulan suci ini. Anda juga memesan melalui nomor 085 508 081 874. (Kominfo)

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM

banner