Thursday, 09 April 2020

Petani Desa Paron Gelar Tradisi Sedekah Dawet

dawet 1

Sejumlah petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menggelar ritual sedekah dawet, (23/11). Prosesi ritual ini merupakan tradisi turun temurun yang diyakini oleh masyarakat setempat. Tradisi ini selalu dilaksanakan setiap musim kemarau panjang, tujuannya adalah meminta hujan. Selain itu juga sebagai wujud syukur atas hasil panen yang berlimpah.

Prosesi ritual dilaksanakan di area lokasi Sumber Mata Air Kembangan, Desa Paron. Prosesi ritual dimulai dari pembacaan doa Surat Al - Qadar sebanyak 20 kali, Surat Al - Ikhlas serta tahlil. Selesai doa kemudian dilanjutkan prosesi penuangan dawet ke sumber mata air kembangan.

dawet 2

Ary Budianto, Camat Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi tahunan warga Desa Paron. Sedekah dawet memiliki makna jika warga Desa Paron mendapat limpahan rahmat dan rejeki seperti layaknya minuman dawet.

Disamping itu, karena saat ini memasuki musim kemarau panjang, para petani berharap berkah turunnya hujan, sehingga pertaniannya bisa mendapatkan air cukup dan nantinya diharapkan hasilnya dapat maksimal. Sementara sumber mata air Kembangan sendiri dari dulu hingga sekarang digunakan sebagai pengairan di sejumlah kawasan mulai dari Desa Paron hingga Ngasem.

dawet 3

Usai berdoa, puluhan petani secara spontan melakukan perang dawet dengan cara melemparkan dawet yang sudah dibungkus berukuran kecil ke temannya. Mereka kemudian terlibat aksi saling lempar dawet hingga pakaian dan celana menjadi basah. Di sela sela aksi lempar dawet berlangsung, seorang tokoh agama setempat terlihat membakar marang di bawah pohon bulu yang diperkirakan berusia ratusan tahun. (Kominfo/ag,tee,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner