Monday, 30 March 2020

Kediri Lagi, Pasca Erupsi Gunung Kelud

Patunglembusuro smallWisata Gunung Kelud merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Kediri yang sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, namun banyak juga wisatawan dari Perancis dan Jerman yang hampir dipastikan setiap minggu berwisata ke Gunung Kelud.

Tidak terlalu susah untuk mengunjungi gunung kecil yang masih aktif ini. Kita bisa lewat dari arah Kediri dengan jarak sekitar 29 km ke Simpang Lima Gumul melewati Wates dan bisa juga lewat Blitar. Memang lokasi Gunung Kelud sendiri merupakan fenomena yang menarik karena berada di dua wilayah.

Namun satu-satunya akses pintu masuk berada di Ngancar, tepatnya di Jalan Kelud Dusun Margomulyo Desa Sugihwaras, Kediri. Akses yang mudah dan pemandangan yang indah menambah keasyikan selama perjalanan menuju Gunung Kelud.

Menariknya tidak hanya hamparan sawah hijau yang bisa kita lihat, namun juga perkebunan nanas madu khas Kelud. Selain itu, selama perjalanan kita juga bisa berhenti untuk berfoto mengabadikan momen di lokasi Perhutani. Jajaran pohon di sini membuat foto lebih kekinian. Awalnya, lokasi Perhutani sebelum Gunung Kelud meletus tidak terlalu banyak dikunjungi. Setelah meletus pada tanggal 14 Februari 2014 lalu, tempat pemborong kayu ini menjadi ramai dikunjungi..

Loket pintu masuk Gunung Kelud yang berjarak 6 km dari puncak dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB setiap harinya. Lebih dari jam tersebut pengunjung tidak diperbolehkan naik ke puncak. Biaya untuk memasuki kawasan wisata ini sangat terjangkau yakni hanya Rp. 5.000,00 dan anak-anak tidak dipungut biaya.

Kita bisa menikmati sejuknya alam pegunungan dan pemandangan indah dengan banyak fasilitas di sini. Salah satu fasilitas yang tidak boleh kita lewatkan sebelum ke puncak adalah Theater Kelud. Terletak di dekat loket masuk, Theater Kelud menyuguhkan berbagai film pilihan tentang keindahan Gunung Kelud dan hiruk pikuk sebelum gunung ini meletus.

Untuk menikmati filmnya, kita tidak perlu menunggu jam-jam tayang tertentu atau harus dengan banyak orang. Ada beberapa pilihan film festival yang biasanya dilombakan dalam Festival Kelud. Festival ini biasanya diadakan sesuai kalender Jawa pada bulan Suro dengan berbagai macam acara seperti upacara adat larung sesaji yang berganti namanya menjadi upacara sesaji dan acara Seribu Tumpeng.

Setelah asyik menonton film, kita masih harus lanjut ke puncak gunung baik dengan kendaraan pribadi maupun menggunakan jeep. Disediakan Jeep Adventure untuk kalian yang gemar dengan jalanan yang menantang dengan banyak rintangan. Cukup dengan hanya membayar Rp. 375.000,00 untuk satu mobil dengan kapasitas empat orang.

Pemberhentian terakhir dengan jeep ini juga sama dengan kendaraan pribadi yakni di rest area utama namun dengan jarak yang lebih jauh sekitar 4 km. Asyiknya lagi, dengan jeep ini kita bisa berkunjung ke hutan pinus. Selain itu, bagi wisatawan yang suka adrenalin bisa juga mencoba Flying Fox di wisata Gunung Kelud ini.

Lebih dari 1.000 wisatawan berkunjung setap minggunya terutama di akhir pekan. Ditambah lagi dengan adanya sirkuit motorcross semakin menambah ramai objek wisata alam ini. Sirkuit yang sudah bertaraf nasional ini belum lama dibangun namun sudah ada beberapa agenda kejuaraan yang diadakan baik daerah maupun nasional.

Hal yang menarik lainnya di sini kita bisa berhenti di Jalan Misteri dan mencoba keanehannya. Bukan karena banyak setan atau hantunya, namun benda yang diletakkan di jalan dengan panjang 100 meter ini bisa bergerak ke arah barat arah matahari tenggelam dengan sendirinya. Uniknya, hal ini masih saja terjadi baik sebelum Gunung Kelud meletus maupun sesudahnya. Beberapa ahli menyatakan bahwa hal ini diakibatkan karena adanya tarikan dari medan magnet yang terletak di jalan tersebut.

Wisata Gunung Kelud juga dilengkapi dengan kuliner khas Kediri di rest area bagi pengunjung yang ingin beristirahat dengan menikmati pemandangan yang indah dan udara yang segar ditemani dengan makanan yang terjangkau harganya. Di dekat rest area utama kita juga bisa ke Taman Lembu Suro dengan patung Lembu Suronya, taman bermain anak dan gazebo yang luas yang cocok untuk bersantai.

Bagi para pengunjung yang hobi berkebun juga bisa mampir memetik buah strawberry maupun nanas madu. Nanas madu dari Kelud menjadi andalan oleh-oleh karena rasanya yang lebih manis dan lebih enak. Selain itu, di samping perkebunan strawberry dan nanas banyak dijumpai para pekerja kebun yang sedang memetik cengkeh.

Perkebunan small

Sebelum Gunung Kelud meletus memang ada jalur pendakian ke puncak melewati Gunung Sumbing, namun sekarang jalur ini belum diperbolehkan lagi karena masih dianggap berbahaya. Wisatawan hanya diperbolehkan naik dengan batas 1 km saja dari puncak. Selain itu, para wisatawan juga tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi untuk naik. Kita harus berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek. Disediakan fasilitas ojek dengan biaya Rp. 15.000,00 untuk perjalanan pulang pergi ke rest area parkir terakhir.

Paguyuban ojek ini ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar Kelud. Selain itu, adanya pembangunan proyek di dekat aliran kawah dekat puncak yang kemungkinan baru akan selesai 3 tahun lagi. Proyek ini adalah rehabilitasi terowongan lahar Gunung Kelud yang kelak akan menjadi jalan menuju anak Gunung Kelud. Jadi untuk akses jalan ke puncak akan terganggu oleh kendaraan berat proyek.

Meskipun siang hari, namun saat kita berada di puncak Kelud, kita akan merasakan udara dingin dengan hembusan angin yang kencang. Bagi para pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati cuaca dingin dan sejuk khas pegunungan ada beberapa pilihan penginapan di daerah Ngancar. Salah satunya adalah Wisma Luwak dengan fasilitas yang lengkap dan Wisma Dharma Mas dengan beberapa fasilitas seperti restoran, meeting room, swimming pool dan wedding hall. Jangan khawatir, ada juga guest house yang dekat dengan pemukiman warga yang sangat cocok untuk keluarga.

Ongakansmall

Nah, masih tentang wisata alam, ada cagar alam baru di Kabupaten Kediri yang bernama Ongakan yang masih asri, dingin, dan sejuk. Selain karena belum banyak yang tahu, Ongakan menawarkan banyak keindahan. Di puncaknya dengan ketinggian 500 mdpl, kita bisa melihat keindahan Gunung Kelud dan Bendungan Selorejo di Kabupaten Malang.

Ongakan berlokasi di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dan merupakan bagian dari sisi Gunung Kelud bagian utara. Akses ke Ongakan ini memang cukup susah. Jika dari Pare kita bisa melewati Siman, kemudian lurus terus sampai ke Desa Besowo. Jangan khawatir, kalo masih kebingungan lokasi ini tersedia di google map atau waze. Untuk pergi ke Ongakan karena jalannya yang sempit kita tidak bisa menggunakan mobil, hanya bisa menggunakan sepeda atau sepeda motor.

Sebelum sampai di kawasan cagar alam Ongakan, kita melewati jalanan yang belum diaspal. Lebih asyiknya kalo berkunjung ke sini dengan motor trail karena jalanannya yang berpasir. Kurang lebih 30 menit kita akan melewati hutan pinus. Di sini banyak sekali pohon pinus yang tinggi dengan tumbuhan hijau disekelilingnya seperti pohon besar dan semak belukar. Ada beberapa persimpangan yang membingungkan untuk ke cagar alam ini, jadi lebih baik bertanya kepada penduduk sekitar agar tidak salah jalan. Namun ada juga beberapa jalan yang sudah dilengkapi arah petunjuk ke Ongakan.

Selain bisa menikmati jalanan di hutan pinus tadi, kita juga bisa menikmati Bukit Kura-kura. Disebut Bukit Kura-kura karena memang bukit ini berbentuk seperti kura-kura. Menurut masyarakat setempat, Bukit Kura-kura yang menghadap ke Gunung Kelud ini merupakan habitat kera.

Untuk ke puncaknya kita hanya perlu berjalan kaki selama 15 menit, karena kendaaran terakhir hanya boleh parkir di warung-warung saja. Cukup membayar tiket masuk Rp. 5.000,00 dan Rp. 3.000,00 untuk biaya parkir. Warung di Ongakan juga penuh dengan seni, meskipun sederhana tapi terasa beda saat kita menyantap makanan di kafe alam ini. Menarik bukan?