Kamis, 02 Oktober 2014
  • Indonesian
  • Mandarin

Panji Semirang Di Lapangan Gadungan

There are no translations available:

KetoprakMeriah dan ramai. Itulah yang terlihat di Lapangan Gadungan Kecamatan Wates Sabtu malam (17/3). Tak kurang dari 1000 orang menyaksikan jalannya ketoprak dengan lakon Panji Semirang. Yang menarik dari ketoprak ini adalah para pemainnya. Disamping pemain ketoprak asli, lakon-lakon dalam ketoprak ini diperankan oleh aparat Kecamatan Wates, perangkat desa, guru SMP se-Kecamatan Wates, bidan, serta perwakilan dari muspika dan PKK.

Ketoprak yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini sebelumnya diawali dengan pertunjukan jaranan, tari gambyong dari sekolah-sekolah se-Kecamatan Wates serta dilanjutkan dengan tari remong. Masyarakat yang begitu antusias menyaksikan, memadati lokasi, tidak hanya di dalam tapi juga sampai ke luar area lapangan.

Menurut Camat Wates Puji Hermono, pertunjukan ketoprak digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kediri ke-1208. Selain itu juga untuk memberi hiburan pada seluruh masyarakat Wates. “Selama ini jika ada pertunjukan ketoprak, pemain ketoprak yang tampil dan pejabat yang menyaksikan. Kali ini saya ingin menyajikan yang berbeda, pejabatnya yang melakonkan ketoprak dan masyarakat yang menyaksikan. Oleh karena itu saya mengajak muspika, kepala desa se-Kec. Wates bidan dan guru-guru, bersama-sama berperan dalam ketoprak ini untuk menghibur masyarakat Wates,” urai Puji Hermono.

Ketoprak1Ketoprak Panji Semirang bercerita tentang perjalanan Raden Inu Kertapati menuju Kerajaan Kediri untuk menemui kekasihnya, Dewi Galuh Candra Kirana, putri Raja Kediri Prabu Lembu Merdadu. Di dalam perjalanan ia dihadang oleh gerombolan yang dipimpin oleh Panji Semirang. Awalnya Raden Inu Kertapati berniat menumpas gerombolan tersebut, namun setelah bertemu dengan Panji Semirang, ia terpesona dan tak kuasa melakukan perkelahian. Malah terjadilah persahabatan di antara mereka.

Setiba di Kediri, Raden Inu Kertapati kecewa karena tidak bertemu dengan Dewi Galuh Candra Kirana. Ia telah diusir dari Kediri akibat ulah dan hasutan selir Dewi Kaliku dan anaknya Dewi Galuh Ajeng. Namun pernikahan harus tetap dilangsungkan. Raden Inu Kertapati terpaksa menikah dengan Galuh Ajeng karena desakan Dewi Kaliku. Pernikahan tersebut tidak membawa kebahagiaan, dan akhirnya Raden Inu Kertapati meninggalkan Galuh Ajeng untuk mencari kekasihnya. Setelah melalui berbagai peristiwa, akhirnya Inu Kertapati berhasil menemukan Dewi Galuh Candra, yang tak lain dan tak bukan adalah Panji Semirang. (tee)

This content has been locked. You can no longer post any comment.