Monday, 16 September 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Doa Bersama Untuk Kabupaten Kediri

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1215 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Do'a Bersama dan Pengajian Akbar dengan mengundang penceramah kondang KH. Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal dengan Gus Muwafiq dari Yogyakarta.

an nuur 1

Acara yang digelar di Masjid Agung An Nur pare ini dihadiri oleh Forkopimda, Sekda Kab. Kediri, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Kediri, Ketua TP-PKK, tokoh agama serta seluruh masyarakat.

Sebelum pengajian akbar dilaksanakan terlebih dahulu pengajian oleh KH. Busro Kharim dari PCNU Kab. Kediri dan dilanjutkan oleh tausyiah oleh KH. Moh Maksum.

Mengawali acara, dalam sambutannya Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1215.

an nuur 2

“Dengan semangat hari jadi, marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kab. Kediri. Meningkatkan kesejahteraan dalam segala bidang, melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kab. Kediri,” kata Wabup.

“Melalui istighotsah ini marilah kita semua bermunajat kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Kab. Kediri selalu dalam keberkahan, perlindungan, kemudahan sehingga dapat melaksanakan pembangunan secara menyeluruh serta terhindar dari cobaan dan bencana,” tambahnya.

Acara doa bersama dalam rangka Hari Jadi Kab. Kediri ini dilaksanakan serentak oleh seluruh agama di Kab. Kediri. Hal ini menunjukkan bahwa kebersamaan, toleransi serta saling menghormati dan menghargai keyakinan agama lain begitu besar di Kab. Kediri.

an nuur 3

Sekitar pukul 10.30 WIB ustad yang ditunggu-tunggu oleh ratusan jamaah pengajian yang sejak pagi memadati Masjid An Nur pun hadir. Kehadirannya disambut dengan suka cita oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dan seluruh Forkopimda serta masyarakat.

Gus Muwafiq dalam ceramahnya menceritakan bahwa Kediri memegang peranan kunci dalam sejarah Nusantara dan sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Rentetan panjang tersebut terdiri dari awal wangsa Isyana dan kedatangan Empu Sendok ke Jawa Timur hingga selesainya era Majapahit dan dimulainya peradaban Islam.

"Bila menilik dari umur Kab. Kediri yang ke-1215, berarti sejak abad 8 sudah ada peradaban maju di Kediri dari dasar temuan prasasti. Bahkan perkembangan Islam juga tidak lepas dari nama Kediri dalam kesejarahan," jelasnya.

an nuur 4

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa warga Indonesia harus bangga menjadi penduduk Indonesia. Dimana saat ini Indonesia menjadi fenomena dunia terkait keberagaman yang ada di dalamnya.

"Banyak bangsa yang terpecah-pecah menjadi banyak negara. Tapi kita justru merangkum dalam banyak bangsa yang bersatu dalam satu negara, yaitu Indonesia," terangnya. (Kominfo/lks,yda,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh