Thursday, 20 June 2019
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Kekayaan Potensi Desa Surat Kecamatan Mojo

Kabupaten Kediri kaya akan potensi, baik potensi wisata, UMKM, pertanian, perikanan dan lainnya. Salah satunya ada di Desa Surat Kec. Mojo. Lokasinya dapat ditempuh sejauh 12 kilometer dari Pendopo Kabupaten Kediri menuju ke selatan.

surat 1

Desa Surat memiliki potensi yang melimpah. Di sana terdapat home industri tusuk sate yang sudah dipasarkan di seluruh pulau Jawa. Selain itu juga terdapat pengolahan krupuk bawang yang tentunya dapat membantu perekonomian masyarakat. Dan satu lagi yang khas dan harus dimiliki setelah berkunjung ke desa ini yaitu batik Batu Mangga yang motifnya terinspirasi dari masyarakat Desa Surat.

“Di tahun 2016 lalu desa ini mendapat nominator terkait inovasi terbaik bidang UMKM batik. Tentunya terdapat pelatihan yang dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan, sehingga sampai saat ini banyak warga desa yang menjadi pembatik,” ujar Edy Susanto Kepala Desa Surat, (28/2).

Batik batu mangga ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diketuai oleh Ibu Kepala Desa Surat. 23 anggota pembatik adalah ibu-ibu warga sekitar yang sudah dibekali pelatihan untuk mengembangkan usaha ini. Batik yang dihasilkan meliputi batik tulis dan cap.

“Ibu-ibu ini mengerjakan batiknya di rumah masing-masing. Setiap satu minggu sekali berkumpul untuk melakukan pengembangan,” jelas Ketua KUB.

surat 2

Penjualan batik ini sudah dilakukan melalui online dan dijual dari kantor ke kantor untuk para pemesan. Dan untuk harganya sangat terjangkau. Namun terdapat batik yang harganya mahal yaitu batik yg menggunakan bahan pewarna alami, dengan menggunakan bahan kulit mangga, mahoni dan lain lain. Harganya berkisar 600 – 800 ribu rupiah.

Selain batik, di Desa Surat juga ada home industri tusuk sate. Usaha ini sudah berdiri sejak 2 tahun 8 bulan, yang dikelola oleh Nuril Huda.

“Dalam satu hari bisa menghasilkan 40 pac tusuk sate yang persegi, sedangkan tusuk sate yang bulat dapat 25 kilogram perharinya. Tentu nilai jualnya beda dan cara pemakaiannya lebih gampang,” kata pria kelahiran Lumajang ini.

Selain itu juga ada olahan krupuk bawang yang dikembangkan selama 10 tahun oleh Bapak Suwarno dan diberi label “Krupuk Tayamum”. Pak Suwarno mempunyai 11 tenaga kerja dan dalam sehari menghasilkan 1 kuwintal krupuk. Pemasarannya hingga luar kota, seperti Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar.

Kekayaan potensi yang berhasil dikembangkan di Desa Surat diharapkan dapat menginspirasi desa lain untuk juga mengembangkan UMKM. Dengan demikian dapat meningkatkan perekonomian warga. (Kominfo/ol,team,tj,wk)

Add comment


Security code
Refresh