Gunung Kelud saat meletus
Status waspada ditetapkan pascaletusan
pada November 2007. Status waspada belum dicabut walaupun aktivitas
kegempaan mulai menurun, dengan frekuensi di bawah 10 kali per hari.
Itu pun gempa skala kecil.
Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan, di antaranya pengamat gunung berapi masih mempelajari kondisi Kelud setelah terjadi perubahan karakter yang signifikan. Gunung Kelud sebelumnya mengeluarkan letusan secara eksplosif (menyemburkan material). Tetapi, pada tahun 2007 letusannya menjadi efusif (mengalirkan).
Letusan efusif itu juga mengakibatkan perubahan karakter lain, yakni muncul kubah lava berupa material padat berbentuk pasir dan batuan berwarna hitam, menggantikan danau kawah berwarna hijau. Kubah lava itu terus mengeluarkan asap belerang dan menimbulkan hawa panas di sekitarnya.
Posisi batu-batuan pada kubah lava juga belum stabil sehingga rawan longsor apabila terjadi tiupan angin kencang atau terjadi gempa berkuatan agak besar.
PROSES TERJADINYA LETUSAN KELUD
1. Status Awas
Pada saat
status awas, aktifitas magma dari dalam bumi ini diketahui dari naiknya
suhu kawah dan adanya getaran-getaran gempa volkanik. Temperatur magma
yang sangat tinggi ini akan mendekati sumbat yang menyebabkan air
memanas.
Proses pemanasan ini juga akan mungkin diikuti dengan adanya rekahan-rekahan akibat tekanan magma, rekahan ini akan sangat mungkin menyebabkan bocornya danau. Kebocoran danau ini tentunya menyebabkan air danau menjadi uap dibawah kawah yang juga akan menambah tekanan dari dalam.
2. Awal Letusan Hidrovulkanik
Sangat
mungkin yang terjadi saat ini adalah letusan-letusan awal akibat proses
ini. Sangat mungkin terdengar dentuman-dentuman serta
longsoran-longsoran dinding. kalau saja tekanan magma ini terus menerus mendorong maka proses letusan akan berlanjut ke proses selanjutnya. 3. Letusan Semi Magnetik
Apabila
jumlah air yang bocor masuk kedalam sudah sangat banyak akan sangat
mungkin menimbulkan letusan akibat air yang mendidih. Letusan ini
sering disebut sebagai letusan hidrovulkanik. Letusan ini memang akan
banyak dijumpai pada gunung api yang berada dilaut, misalnya Gunung
Krakatau, dan gunung-gunung api di Hawai.
Pada saat
ini juga akan terjadi ketidak seimbangan landasan atau fondasi dari
dinding-dinding kawah. Munculnya retakan-retakan pada dinding kawah ini
akan membuat dinding kawah runtuh. Dapat saja runtuh kedalam maupun
keluar kerucut gunung api. Tergantng dari arah retakan yang terbentuk. Sangat
mungkin letusannya akan sangat besar, dan sering disebut phreatic
eruption. Air yang terpanaskan ini dapat saja akhirnya keluar melalui
jalan lahar. Karena aliran air berncampur pasir, kerikil dan lumpur ini
panas maka disebut lahar panas. 4. Letusan Magmatig Ketika
letusan magmatik terjadi maka magma dari dalam akan sangat mungkin
keluar melalui kepundan. Juga seandainya ada rekahan yang ditimbulkan
mungkin saja magma meleleh dari samping. Selain
adanya aliran lava itu, letusan-letusan ini akan melemparkan material
volkanik berupa batu kerikil, hingga abu volkanik ke udara.
Pada
saat semua air di danau habis masuk dan bercampur dengan magma membara
yang menyembul dari dalam, akan terjadi proses perubahan fase air
menjadi uap secara mendadak. tentunya kita tahu ketika terjadi
eprubahan fase ini maka akan terjadi perubahan tekanan. Temperatur
magma ini rata-rata sekitar 600 °C hingga 1,170 °C (1110–2140 °F).
Sehingga air yang terkena magma panas ini akan serta merta menjadi uap
dalam sekejap. Tekanan uap air ini akan sangat besar dan mampu
menggetarkan dan bahkan melemparkan material-material vulkanik
diatasnya. Sumbat kawah serta kerikil dan pasir yang berada
disekeliling kepundan akan mungkin terlempar keluar.
Ketika
letusan preatik (preathic eruption) terjadi bersamaan dengan aktifitas
magmatik, maka akan sangat mungkin letusannya sangat dahsyat. Namun
kalau saja letusan semi magmatik diatas disehabiskan terlebih dahulu
kemudian diikuti dengan letusan magmatik, maka mungkin letusannya tidak
optimum. Namun yang ditakutkan justru mengapa kemarin itu tanda-tanda
kejadian pra letusan 1990 sudah terlihat kok masihjuga belum meletus.
Seolah-olah “penahan”-nya cukup kuat. Namun kalau suatu saat
terlamapaui justru letusan kali ini dapat saja lebih besar dari letusn
tahun 1990. Ini yang dikhawatirkan.










Comments
Post new comment